Perjuangan Seorang Ibu Melindungi Buah Hati
Di sebuah sudut masjid kawasan Pinang Baris, seorang ibu memeluk erat kedua anaknya. Bukan untuk beribadah di tengah malam, melainkan mencari perlindungan sementara setelah menempuh perjalanan pilu dari Pangkalan Susu.
Ibu yang merupakan seorang saudara seiman kita ini terpaksa mengambil keputusan berat. Ia dan kedua buah hatinya kabur dari rumah, meninggalkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dipicu oleh kecanduan judi online sang suami.
Perjalanan mereka berakhir di Medan, tanpa sanak saudara. Malam pertama di kota asing mereka lalui di Masjid Jami’ Pinang Baris, dengan harapan dan doa sebagai satu-satunya bekal.
Tangan Hangat Mualaf Center Medan
Kabar mengenai keberadaan mereka sampai kepada Mualaf Center Medan melalui seorang warga yang peduli. Tanpa menunggu lama, tim segera menjemput dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman dan layak.
Saat ini, sang ibu dan kedua anaknya berada dalam naungan Mualaf Center Medan. Mereka mendapatkan tempat tinggal sementara, makanan, dan yang terpenting, ruang aman untuk menenangkan diri dari trauma yang dialami.
Tim pendamping akan mendengarkan kisahnya secara mendalam untuk memahami akar permasalahan. Dalam beberapa waktu ke depan, Mualaf Center Medan akan memberikan pendampingan psikologis serta merencanakan proses mediasi dengan pihak suami, dengan harapan menemukan solusi terbaik bagi keluarga ini. Proses seperti ini membutuhkan kesabaran, jika Anda membutuhkan bantuan serupa, jangan ragu untuk hubungi Mualaf Center Medan.
Kita doakan semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada ibu ini dan anak-anaknya. Semoga jalan keluar terbaik segera terbentang, dan keluarga ini dapat kembali menemukan kedamaian dan keutuhan di jalan-Nya.
