Kisah Inspiratif Monica: Penyaluran Zakat Mualaf Center Medan untuk Mualaf Tunanetra

Tim Mualaf Center Medan kembali menyalurkan amanah umat. Kali ini, penyaluran zakat diberikan kepada Monica, seorang mualaf tunanetra yang luar biasa. Pertemuan penuh haru ini berlangsung secara langsung di kantor Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara, yang berlokasi di Jalan Sampul, Kota Medan.

Ujian Kehilangan Penglihatan di Usia Muda

Perjalanan hidup Monica adalah bukti nyata akan ketabahan. Ia terlahir dengan kondisi penglihatan yang normal. Namun, takdir berkata lain ketika ia menginjak usia 14 tahun pada 2014 silam. Sebuah musibah kecil, yakni masuknya sampo ke area mata, menjadi awal mula ujian beratnya.

Keluarga sempat mengupayakan berbagai pengobatan medis hingga kondisinya membaik. Sayangnya, penyakit tersebut kembali kambuh. Meski telah menempuh jalur pengobatan alternatif, kondisi penglihatan Monica seiring waktu semakin memburuk hingga akhirnya ia mengalami kebutaan.

Menjemput Hidayah dan Meraih Prestasi Berkat Al-Qur’an

Di tengah kegelapan fisiknya, Allah Subhanahu wa Ta’ala justru memberikan cahaya terang di hatinya. Dua tahun setelah mengalami kebutaan total, Monica mantap bersyahadat dan memeluk agama Islam.

Menjadi seorang mualaf tunanetra tidak menyurutkan semangatnya untuk mendalami agama. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif mengikuti program pembinaan dari Pertuni Sumatera Utara. Kegigihannya membuahkan hasil yang membanggakan; Monica berhasil meraih Juara 1 dalam sebuah kompetisi tilawah Al-Qur’an. Sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk dekat dengan kalam Ilahi.

Zakat Anda Menguatkan Langkah Para Mualaf

Penyaluran zakat, infaq, dan sedekah melalui Mualaf Center Medan bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk pendampingan nyata bagi para mualaf dalam menjalani kehidupan baru mereka.

Mualaf Tunanetra Monica

Kisah Monica mengingatkan kita pada satu hal penting: takdir dan ketetapan Allah selalu indah jika kita senantiasa menjaga prasangka baik (husnudzon) kepada-Nya. Dari kehilangan penglihatan, Monica justru menemukan hidayah Islam dan kecintaan pada Al-Qur’an.