Momen mengharukan terjadi di sela kegiatan halal bihalal, di mana sebuah kisah mualaf Medan kembali menggetarkan hati. Seorang ibu single parent kelahiran 1996 mantap melangkah untuk bersyahadat bersama keempat anaknya. Langkah besar ini diambil sebagai bentuk ketaatan dan keyakinan penuh bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Keteguhan Hati Menuju Cahaya Islam
Keinginan untuk memeluk agama Islam sebenarnya sudah tumbuh sejak bulan Desember lalu. Namun, beliau menunjukkan kekuatan hati yang luar biasa dengan bersabar menunggu kesiapan anak tertuanya. Beliau ingin memastikan bahwa proses hijrah ini dilakukan tanpa paksaan, hingga akhirnya sang anak pun bersedia mengikuti jejak sang ibu untuk memeluk Islam.
Suasana haru menyelimuti lokasi ketika kalimat syahadat diucapkan secara khidmat. Tangis bahagia pecah dari saudari seiman kita ini, yang kemudian disambut dengan dekapan hangat oleh ibu-ibu pengajian yang hadir. Prosesi ini menjadi bukti nyata akan besarnya kuasa Allah dalam memberikan hidayah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran.
Perjuangan Hidup dan Dukungan Saudara Seiman
Di balik perjalanan spiritualnya, peserta binaan yang kini menetap di kawasan Tanah Garapan, Saintis ini, memiliki latar belakang perjuangan hidup yang cukup berat. Berikut adalah beberapa fakta mengenai kondisi beliau:
- Bekerja secara mandiri di sebuah perusahaan walet untuk menghidupi empat orang anaknya.
- Telah berpisah dengan suami dan berjuang membesarkan anak-anak seorang diri.
- Tinggal di sebuah kontrakan kecil dan tidak memiliki keluarga inti di kota Medan.
Kekuatan hati beliau terlihat jelas meski dalam keterbatasan ekonomi. Saat menghadiri acara syahadat, gamis dan jilbab yang dikenakannya merupakan barang pinjaman. Melihat hal tersebut, ibu-ibu pengajian yang hadir dengan sigap memberikan bantuan berupa jilbab dan pakaian syar’i yang layak untuk mendukung penampilan barunya sebagai seorang muslimah. Semoga beliau dan anak-anaknya senantiasa diberikan kekuatan serta tetap istiqomah dalam meniti jalan hijrah ini.
