Mualaf Center Medan secara rutin menyelenggarakan kajian keagamaan sebagai sarana pembinaan dan penguatan iman bagi mualaf dan masyarakat umum. Dalam salah satu sesi kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yusri Kombih pada Ahad, 05 Juli 2026, dibahas mengenai “Amal yang Paling Dicintai Allah”.
Kajian ini merujuk pada hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu. Beliau bertanya kepada Nabi ﷺ, “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Shalat pada waktunya.” Kemudian, pertanyaan serupa diulang, dan beliau menjawab, “Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.” Selanjutnya, beliau menambahkan, “Kemudian berjihad di jalan Allah…” (HR. Bukhari).
Dari hadits mulia ini, Rasulullah ﷺ secara jelas menggarisbawahi tiga amalan utama yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah.
Shalat pada Waktunya
Shalat, sebagai rukun Islam kedua, adalah tiang agama yang memiliki kedudukan sangat tinggi di hadapan Allah. Pentingnya shalat ditegaskan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 61, yang menyebutkan bahwa salah satu ciri orang-orang mukmin adalah mereka yang bersegera dalam kebaikan, termasuk dalam melaksanakan shalat pada waktu yang telah ditentukan.
Islam menekankan urgensi shalat, bahkan memerintahkan seorang Muslim yang terlupa untuk segera menunaikannya begitu ia teringat. Shalat juga berfungsi sebagai penghapus dosa, layaknya air sungai yang membersihkan kotoran dari tubuh seseorang.
Menjaga shalat agar senantiasa dikerjakan tepat pada waktunya merupakan manifestasi dari menjaga agama Allah. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah ﷺ yang berbunyi, “Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu.” Dengan menjaga shalat, seorang hamba sesungguhnya tengah menjaga ikatan spiritualnya dengan Sang Pencipta.
Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Kedudukan berbakti kepada kedua orang tua adalah amalan mulia yang disandingkan langsung dengan perintah beribadah kepada Allah SWT. Ini menunjukkan betapa agung dan istimewanya hak orang tua dalam Islam, serta betapa besar pahala yang dijanjikan bagi anak-anak yang berbakti.
Orang tua sering disebut sebagai salah satu pintu termudah menuju surga. Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan bahwa celakalah seseorang yang masih mendapati kedua orang tuanya hidup, namun ia justru gagal meraih surga karena enggan berbakti kepada keduanya.
Hadits lain menegaskan, “Ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi). Oleh karena itu, berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban, melainkan juga kunci untuk mendapatkan keridhaan Allah dan kebahagiaan di dunia serta akhirat. Baca artikel lainnya untuk nasihat keagamaan yang mendalam.
Jihad di Jalan Allah
Konsep jihad dalam Islam memiliki makna yang luas dan mendalam, yaitu bersungguh-sungguh mengerahkan segala upaya di jalan Allah. Jihad tidak terbatas pada perjuangan fisik atau mengangkat senjata, tetapi mencakup berbagai bentuk pengorbanan dan usaha dalam menegakkan agama Allah.
Bentuk-bentuk jihad yang relevan dalam kehidupan sehari-hari meliputi: berdakwah, yakni mengajak manusia kepada kebaikan dan ketaatan, serta menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama adalah jalan yang sangat mulia, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah (fisabilillah) hingga ia kembali.” (HR. Tirmidzi).
Setiap Muslim didorong untuk berjuang dengan kemampuan terbaiknya, baik melalui harta, tenaga, maupun ilmu, demi kemaslahatan umat dan tersebarnya syiar Islam. Mualaf Center Medan juga berupaya dalam jihad dakwah dan ilmu melalui berbagai program pembinaan mualaf. Jika Anda tertarik bergabung, silakan hubungi Mualaf Center Medan.
Demikianlah ringkasan dari kajian Ustadz Yusri Kombih mengenai tiga amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Ketiganya merupakan pilar penting dalam kehidupan seorang Muslim yang ingin meraih keridhaan-Nya dan kebahagiaan hakiki.
- Shalat pada waktunya: Menjaga hubungan vertikal dengan Allah.
- Berbakti kepada kedua orang tua: Menjaga hubungan horizontal dengan sesama, terutama orang yang paling berjasa dalam hidup.
- Berjihad di jalan Allah: Bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama-Nya, baik melalui dakwah, menuntut ilmu, maupun segala bentuk pengorbanan lainnya.
Semoga kita semua dapat mengamalkan nasihat ini dalam kehidupan sehari-hari. Wallāhu a’lam bish-shawāb.
