Benih Hidayah Sejak Muda: Kisah Syahadat Bapak Edi Pairin di Medan

Suara khas almarhum KH. Zainuddin MZ yang menggema dari kaset radio bukanlah hal asing bagi Bapak Edi Pairin. Sejak belia, sepulang sekolah, rekaman ceramah itu menjadi teman yang menanamkan benih kekaguman pada Islam di hatinya.

Puluhan tahun berlalu, benih itu akhirnya tumbuh dan mekar. Pada hari yang penuh berkah, 20 Mei 2026, di usianya yang ke-49, Bapak Edi Pairin dengan mantap mengikrarkan dua kalimat syahadat di hadapan tim Mualaf Center Medan, memulai babak baru hidupnya sebagai seorang muslim.

Prosesi syahadat saudara baru kita yang beretnis Tionghoa ini berjalan dengan khidmat dan penuh haru. Mualaf Center Medan senantiasa memberikan pendampingan bagi siapapun yang ingin bertanya atau mempelajari Islam lebih dalam. Anda dapat hubungi Mualaf Center Medan untuk informasi lebih lanjut.

Antusiasme Mempelajari Sholat

Tak berhenti pada ikrar syahadat, semangat Bapak Edi untuk belajar begitu membara. Beliau langsung mengikuti bimbingan untuk mempraktikkan sholat. Setiap gerakan dan bacaan ia ikuti dengan antusiasme yang luar biasa, seolah ingin mengejar waktu yang telah lama ia nantikan.

Perjalanan hidayah setiap insan memang unik. Bagi Bapak Edi, ia hadir melalui suara seorang dai besar yang didengarnya di masa muda. Kini, pintu itu telah terbuka lebar baginya untuk meraih rahmat-Nya.

Kami mendoakan semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan keistiqomahan kepada Bapak Edi Pairin, menguatkan imannya, dan memberkahi setiap langkahnya dalam menapaki jalan Islam yang penuh damai. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.