Pendampingan Syahadat Tunarungu di Tanah Karo
Pada hari Ahad, 26 April, tim Mualaf Center Medan (MCIP medan) memenuhi undangan dari Majelis Ta’lim Annisa untuk melakukan kunjungan ke Desa Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo. Perjalanan menuju lokasi ditempuh selama kurang lebih tiga jam dari kota Medan.
Kegiatan berpusat di Masjid Al-Mukhlisin yang masih dalam proses pembangunan. Meskipun berlangsung dalam suasana sederhana, acara dihadiri oleh jamaah yang antusias dan hangat.
Prosesi Syahadat dengan Bahasa Isyarat
Tujuan utama kunjungan adalah untuk mendampingi prosesi ikrar syahadat seorang wanita tunarungu berusia 46 tahun. Untuk memfasilitasi komunikasi dan memastikan pemahaman yang utuh, Mualaf Center Medan secara khusus menghadirkan seorang juru bahasa isyarat.
Prosesi berlangsung dengan sangat khidmat. Dengan panduan juru bahasa isyarat, Ibu Juliana br. Surbakti dengan mantap mengikrarkan dua kalimat syahadat, yang menandai resminya beliau memeluk agama Islam.
Ketika ditanya mengenai alasannya, beliau menyampaikan melalui isyarat, “Orang Islam itu baik-baik sama aku, aku nyaman sama mereka.”
Tindak Lanjut dan Penyaluran Bantuan
Dari interaksi dengan para jamaah, tim
MCIP-MEDAN menemukan fakta penting. Diperkirakan sekitar seperempat dari jamaah yang hadir merupakan mualaf yang belum pernah mendapatkan bimbingan agama secara terstruktur. Temuan ini menjadi catatan prioritas untuk program tindak lanjut pembinaan di wilayah tersebut.
Di akhir kegiatan, tim menyalurkan amanah dari Sahabat Mualaf berupa dana zakat sejumlah Rp2.000.000. Selain itu, bantuan berupa pakaian dan sarung juga dibagikan kepada para jamaah yang membutuhkan.
- Lokasi: Masjid Al-Mukhlisin, Siroga, Kec. Simpang Empat, Tanah Karo.
- Agenda: Pendampingan syahadat Ibu Juliana br. Surbakti dan penyaluran bantuan.
- Peserta: Tim MCM, Majelis Ta’lim Annisa, dan jamaah setempat.
- Hasil: Ikrar syahadat berjalan lancar, identifikasi kebutuhan pembinaan mualaf, dan penyaluran donasi.
Semoga menjadi awal ukhuwah yang lebih kuat.
